Hello QLCS!! *sigh*

Ga tau udah berapa kali sy membahas tentang QLCS ini.. yup, istilah yang sy temukan dalam sebuah novel beberapa tahun yang lalu..dan ga bosen2 bahkan ‘jatuh cinta’ untuk memasukkan istilah ini kedalam tulisan, obrolan, juga status di jejaring sosial..bukan hanya terdengar keren tapi lebih pada ‘kecocokan’ makna dibalik istilah itu (sadaaaaappp….haaahhha!!) Well by the way, buat sebagian orang mungkin istilah ini udah familiar, tapi buat yang belum pernah denger atau nemu istilah ini, QLCS = Quarter-Life Crisis Syndrome.

Berdasarkan hasil penelusuran (yang tinggal klak-klik doank :p ) ternyata novel yang di dalamnya ada istilah itu bukanlah buku pertama yang nyantumin tentang QLCS (ya iyalah..orang itu novel indo, pasti ngadaptasinya mah tetep dari luar..as always).  Ada buku pertama yang membahas tentang Quarter Life Crisis, yang ditulis oleh Alexandra Robbins & Abby Wilner.  

Dalam situs lain disebutkan bahwa, “The quarterlife crisis is a term applied to the period of life immediately following the major changes of adolescence, usually ranging from the late teens to the early thirties. The term is named by analogy with mid-life crisis.” (http://wikipedia.com)

Rasanya istilah ini bukan hanya ditujukan bagi mereka2 yang mulai memasuki fase dewasa (ABG lewat dikit deh..heehh) yang memilih untuk (masih) single, namun juga bagi mereka2 yang sudah tidak single lagi tapi masih sering merasa ada yang ‘kurang’ baik dalam pencapaian yang berkaitan dengan materi maupun hal lain yang bersifat psikis/emosional.. Bagi para single ladies, di fase-fase ini mungkin yang kadang agak2 mengganggu adalah pertanyaan kanan-kiri “kapan nyusul?”, “sekarang sama siapa?”, “nunggu apalagi sih?”, “awas lho jangan terlalu milih2!!” and so on…  Padahal mungkin yang bersangkutan ga segitu khawatirnya, tapi karena orang2 di sekitarnya (kalo kata anak jaman skrg) ‘Lebay’, ya mau ga mau..disadari atau ga, ‘kelebay-an’ mereka berpengaruh juga pada psikis/emosional yang bersangkutan..  Tapi bukan berarti masalah ‘jodoh’ adalah satu-satunya hal yang menjadi prioritas untuk dipikirkan oleh para single ladies, mereka pun punya pencapaian lain di usia mereka.. Pekerjaan, keluarga, sahabat, dan impian lain yang memang sudah tertanam (bahkan sejak jaman SD mungkin..).  Sebagian orang mungkin mempunyai penilaian miring (sambil bisik2 trus naikin alis sebelah) tentang single ladies, tapi sebagian lain (yang lebih open-minded) tidak ambil pusing dan menghargai pilihan tersebut.

Sedangkan untuk mereka yg double (ga single lagi maksudnya :D ) mungkin sudah tidak memusingkan/mempermasalahkan lagi status mereka yang ‘in a relationship’  or  ‘engaged’..tapi yang terkadang menjadi awal dari permasalahan adalah keraguan/ketidakyakinan antara mereka (salah satu/keduanya), yang datang tak diundang kayak jelangkung..keraguan itu bisa muncul di tengah-tengah perjalanan atau bahkan diakhir menjelang  ’fase baru’ yang lebih legal.. Penyebab dari ‘keraguan’ itu beda2 tiap orang, baik muncul dari diri sendiri ataupun opini orang2 sekitar.. Sama halnya dengan para single ladies, masalah ini pun bukan satu2nya buat para ladies sudah sold out (baca : nikah) , sebagian besar dari mereka yang sudah mapan (secara financial dan emosional) mungkin memiliki ekspektasi lebih terhadap sesuatu..pasangan, pekerjaan, bahkan dirinya sendiri.. Analogi sederhananya, ketika si X (yang sudah mapan dalam segala hal tadi) mendapatkan nilai A, dia mungkin senang tapi sebenarnya ekspektasi dia adalah A++ atau bahkan lebih.. Analogi tersebut tidak berlaku bagi semua orang tentunya..

Apa cowok2 juga ngalamin fase kayak gini?? We’ll discuss it later ;)

*to be continued*

-Reg-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s