#bridezilla

Hari ini, selasa yang terbuat dari campuran sisa hujan..ruangan kosong…lagu-lagunya Tulus…beberapa berkas dan rasa ngantuk sisa semalam (padahal ga begadang, emang dasar ngantukan aja akhir-akhir ini..) Hmm, well…let’s make this tuesday better than yesterday! *yawn*

Harusnya bisa fokus sama satu hal –> “KERJAAN” , tapi mau dipaksain gimana juga tetep aja ujung-ujungnya otak ini terpaksa ‘selingkuh’ mikirin hal lain yang deadline’nyaaa…..aahh, sudahlah *kunyah kalender*

Hahahahhaaaa…..bikin gila juga niy urusan….but i love & enjoy it, so much! 😉  Tapi tetep ajaaaa, bikin ritme nafas jd ga senormal biasanya and as a stress-eater, udah pasti saat-saat kaya gini pelampiasan pertama adalah makanan!haahhhh… Ga tau deh secara psikologis apa namanya, tapi kalo di rumah suka iseng aja sama si housemate (yang kebetulan lagi ngalamin gejala yang sama juga..LOL).  We called it PMS (pre marital syndrome) hahaaaa..sotoy gitu yak, bodo ahh! 😀

Di awal-awal tahap persiapan sih masih santey-santey aje yee, tapi makin kesini, makiiinnnn…. *yak, senyuuummmmm 🙂 🙂  Tapi disitulah ‘seni’nya kali ya.. laughter, tears, fuss.. and we through it together.. Rasanya, banyak hal yang jadi lebih sensitif untuk didiskusikan.  Baik dengan pasangan, atau dengan anggota keluarga.  Keegoisan yang ‘bertransformasi’ ke dalam berbagai wujud yang baru pun mulai berasa.. Dari hal-hal yang bersifat teknis, maupun non teknis.  Semua berhak punya keinginan, pendapat, dan ekspektasi..tapi disaat situasi seperti ini, kadang semuanya berpotensi untuk menimbulkan kesalahpahaman karena pakeukeuh-keukeuh dengan pandangannya masing-masing, sekecil apapun kadarnya.  Semua perbedaan yang ada memang bukan semata-mata karena keegoisan kita, tapi justru ingin sama-sama mencari jalan keluar terbaik, hanya mungkin cara kita yang berbeda..karena isi kepala & isi hati tiap orang kan beda meskipun tujuan awalnya sama-sama untuk kebaikan.  Mungkin jika sedang tidak dihadapkan pada situasi seperti ini, rasanya perbedaan yang ada akan lebih ‘biasa’ untuk diterima/dipahami, tapi ga tau kenapa pada saat menjelang ‘the day’ kaya gini, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, hal sekecil apapun jadi serba sensitif.  Huufftthh *bentar yah, tarik nafas dulu..*

Selain hal-hal teknis, ada aja hal yang suka tiba-tiba ‘mengganggu’ … Lebih mudah panik, khawatir, ragu, mmm..apa ya istilah yang lebih tepatnya?! susah  sih nerangin rasa itu..ok, let say ‘the x factor’ .. Mungkin cuma cewe-cewe aja yang ngerasain perasaan kaya gini, keliatannya..  Kekhawatiran akan kehidupan setelah ini bareng si pasangan, atau kadang muncul pikiran yang ga penting soal masa lalu dia dengan si ini lah, si itu lah..ga penting banget sebenernya, tapi jujur deh..disadari atau ga, kalian juga pasti masih/pernah kepikiran soal hal itu..dan itu cukup mengganggu.  Kenapa hanya masa lalu dia? how about our past?? forget it..totally! Haahhh… Ga adil memang jika menekankan pada masa lalu mereka..ga akan sehat juga buat hubungan kita saat ini ataupun ke depan.  Kuncinya memang mengikhlaskan apa yang sudah lalu, coz past is just a past.. forgive & forget, no regret & revenge.. 🙂   But don’t worry ladies, PMS ini juga ga selamanya bawa dampak negatif buat kita kok… disadari atau ga, sense of belonging kita & dia jd makin kuat, hihiii..*blushing*

Masih heran juga sih, kayanya untuk soal PMS lebih banyak dialamin & dirasain sama CPW.. Sedangkan si CPP lebih keliatan santai & tenang-tenang aja… *they are good pretenders, i guess..hahaa!!

But so far, alhamdulillah sampe detik ini, Allah selalu punya cara terbaik untuk menghandle makhluk-makhluk kecilnya ini dalam menyelesaikan apapun yang harus diselesaikan… 🙂

Be happy..be lovely..and be positive, ladies!! *kisskiss*

stress_free_wedding

#mendadakmerahitem

Sabtu, 9 februari kemaren..pertama kalinya nginjek stadion GBK… *norak yee*  Yupp, i was there for Milan Glorie… Milaannn?? Hell  nooo!!! Tapi knp nonton?? Yakk, dan karena eh karena ada tiket gratisan, skalian ngumpul sama sodara-sodara, pengen tau kaya apaan rasanya nonton langsung, and of course…nemenin sang milanisti tersayang #eaaa :p

Lumayan laahhh, euforianya dapet…foto-fotonya juga dapet doongg (itu yang dicari…hahaaa) Kirain bakal serem apa gimana gitu ya, kaya kalo pertandingan sepakbola lokal…tapi alhamdulillahnya everything went well.. 🙂  Walopun ga kenal smua pemainnya (Sheva & Maldini doang yang kece..lol) but i enjoyed it 😉

BCrFX82CUAIXvH5 (2)

hahaaa…si neng yang sebelah niat banget beli jersey beberapa jam sebelum kick off… You go girl!! 😉

BCrUWwSCYAAjKAK (2)

Sorry yeee, ga tergoda make jersey itu…saya bukan fans dadakan :p

 

IMG01473-20130209-1646

Sebelum masuk, mejeng dulu yeee… 😉

IMG01475-20130209-1647

mejeng lagiii…. 😀 *and i love this one*

IMG01484-20130209-1810

#lovelygloomysky

IMG01477-20130209-1703

#lautanmerahitemkanankiri

IMG_20130209_172557_Peter

from GBK with love.. *smooch*

IMG01488-20130209-1824

enjoyed the crowd!!!

IMG00250-20130209-1826

#glossyfaces hahaaa!!! 😀

IMG01490-20130209-1826

#RegInRed

Camera 360

Markipuuuulllll….. 🙂

Camera 360

Knp akunya blur?? -___-

Yaaakkk…itulah reportase langsung dari GBK beberapa hari yang lalu..hehee 😀

Walopun tontonan si merah-item, hati mah tetep.. La Vecchia Signora!!  😉

Ciao!!

Bloody Story!

Psikologi… ilmu yang sampai saat ini masih jadi impian (selain ilmu bikin kue-kue cantik..) 😀  Diawali dengan ketertarikan segala jenis ‘curcol session’ teman, keluarga dan orang-orang sekitar, mendengar, mengamati, merasakan, hingga memberi respon dalam sentuhan kata-kata yang mengalir begitu saja ketika hati ini berharap bisa menjadi penenang untuk mereka, setidaknya untuk beberapa saat hingga senyum mereka menjalar dalam nalar…

Mungkin bukan sekarang, dan bukan di tempat formal saja kudapat ilmu tentang itu…banyak hal yang bisa dijadikan guru, meski kadang terlihat membisu…

Seperti hari ini, tiba-tiba  tertarik dengan korelasi antara golongan darah dan karakter dibaliknya ..meskipun belum menemukan teori ilmiah tentang itu, tapi ada beberapa ilustrasi (komik) yang cukup untuk membuat rabu ini agak tersenyum.. 🙂  Check this out!

 1st 

007angermanagementc

2nd

2e76e7f9e22c56f30e815e094a0e4e79

3rd

016houses

4th

019trashtalk

5th

260ab68c7c67a5f42a1536ebffd4dae5

6th

a8057cb3835c0be793096dc8aa4e0d94

7th

chap001typeaoverview

8th

chap002typeboverview

9th

chap003typeooverview

10th

chap004typeaboverview

11th

chap005ondriving

Ada kesamaan karakter kah?? Heehh.. It’s just for fun guys!;)   Apapun itu, karakter yang ada di diri kita sejak lahir adalah anugerah dari Sang Maha Segalanya…tidak ada yang paling baik/paling buruk dari ilustrasi di atas.  Masing-masing dari kita pada dasarnya diciptakan dengan kebaikan dan keunikan tersendiri.. Syukuri dan nikmati apapun yang ada di diri kita, every single thing…

Well anyway, gol.darah A banyak kesamaannya jg ternyata…hahaa!! *yang baik-baiknya aja tapi…teteeppp ya boo!! 😀

For us..all of us…

Pagi ini, seperti biasa…dihangatkan oleh sapanya dalam jarak… dibangkitkan oleh semangat untuk segera mengakhiri senin yang selalu nampak lebih sangar dari hari lainnya..

Setelah dia, -lelaki yang selalu menjadi mood booster–  pagi ini pun dilengkapi oleh sapa sahabat lama, -one of my best girl- yang kemudian menarik diri ini utk membaca tulisannya yang dia ambil dari sebuah sumber… Let’s read 😉

Ada tiga peristiwa penting yang membahagiakan orang tua dalam hubungan dengan anaknya.

Pertama : Tatkala ia melahirkan putera/i nya sebelum melihat yang dilakukannya apakah cantik atau ganteng, ibu telah berbahagia. Tak ada kecantikan wanita yang paling alamiah kecuali sehabis melahirkan. Air susu ibu hanya keluar dikala cinta kasihnya hidup, tetapi jangan diharap akan mendapat air susu bila ibu sedang marah.

Kedua : Ketika seorang anak yang dibimbingnya dengan penuh kesabaran, mulai dari kandungan ibunya sampai masuk SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, suatu waktu ketika anak kembali dari Kampusnya membawa berita bahwa ia telah lulus sebagai Sarjana. Tiada terasa diciuminya anaknya dibasahi dengan cucuran air mata karena bahagia..

Ketiga : Ketika seorang anak memberi tahu ibunya bahwa ia telah memilih teman hidupnya. Mula-mula ragu-ragu dan penuh tanda tanya, bukan soal kekayaan, pangkat dan derajat yang dipersoalkan pertama, tetapi semua keluarga lega hati dan gembira, bila ternyata calon mantunya seagama.

Hari bahagia ibu bapak dan segenap keluarga bersama adalah hari pernikahan putra/i-nya. Kebahagiaan ini dicapai karena ibu bapak akan berdua membina rumah tangga sakinah sejahtera yang diikat dengan cinta kasih, rahmat dari Allah, karena tujuan berumah tangga bukan sekedar memenuhi naluri insane, tetapi ada nilai-nilai ritual dan sakral, karena merupakan pengabdian kepada Pencipta.  Subhanallaah…

Upacara nikah betapapun sederhananya tetap suci, agung dan hidmat, karena ia merupakan sebuah upacara ritual yang akan menghalakan sesuatu yang tadinya haram, kemudian menjadi halal karena izin Allah. Bila nikah karena kecantikan akan dibatasi dengan umur. Bila nikah karena kekayaan, kekayaan itu sukar dicari tetapi sangat mudah sekali perginya. Bila nikah karena pangkat, laksana mendaki gunung sukarnya, kadang-kadang dia pergi di waktu kita cinta kepadanya.

Menikahlah karena ibadah, meneruskan generasi manusia dan mencari ketentraman hidup yang hanya  dicapai bila terbinanya rumah tangga dari dua insan yang berlainan jenis dlm satu rumah tangga.

Bila itu dasarnya, buat yang dicari bukanlah suami yg dpt menyediakan rumah bersusun tiga atau memberi intan permata berlian yang ada di museum semuanya, tetapi yg buat cukup bahagia bila mempunyai suami yang memiliki delapan sikap dalam hidupnya.

PertamaCinta kepada isterinya seorang

Tidak menduakan cinta atau lebih dari pada itu. Betul dalam Undang-Undang Pokok Perkawinan Negara kita dan dalam syariat agama dibolehkan nikah lebih dari satu sampai empat, itu hanyalah pintu darurat seperti pintu darurat di kapal terbang. Semua kapal tidak diizinkan terbang kalau tidak punya pintu darurat, tetapi bukan untuk dipakai sembarang waktu. Sampai hari ini belum ada seribu satu kapal terbang yang menggunakan pintu daruratnya dikala kapal itu jatuh di lautan. Allah swt menyatakan bahwa sebaiknya rumah tangga itu terdiri dari seorang istri dan seorang suami karena bagaimanapun kalian berusaha membagi cinta secara adil, tetap juga tak akan adil, ada lebih satu dari yang lain.

KeduaSuami yang sayang pada anak-anaknya

Walapun ia telah kembali kerja tetapi anak rindu bapak, dibopong juga anaknya, diciumi dan diajak bercakap-cakap. Sesuatu yang menjengkelkan setiap wanita, bila anaknya disuruh pergi ketika mereka mengerumuni bapaknya yang baru datang.

Ketiga: Sayang kepada ayah bunda mertua

Yang baik adalah antara suami isteri bertukaran ayah bunda. Tidak ada kenikmatan buat ayah bunda kecuali menerima kiriman dari menantu, walaupun hanya secawan kopi atau sebungkus rokok. Bibit kebakaran dalam rumah tangga bila berkirim kepada ibunda diantarkan dengan bingkisan: suami jangan tahu, atau sebaliknya dilakukan demikian oleh ananda.

Keempat: Baik dengan tetangga

Family terdekat itu bukan yang ada di Bandung atau Surabaya, tetapi mereka yang satu atau dengan rumah kita. Kalau kesulitan tengah malam, kebakaran atau anak sakit keras yang diminta tolong pertama kali adalah tetangga.

KelimaTidak mengerjakan sesuatu yang menyakitkan isteri

KeenamTidak sembunyi-sembunyi dari isteri

Segala sesuatu terus terang. Tidak menyimpan uang di laci kantor, di dalam mobil atau di tempat lain dengan tujuan isteri tidak mengetahuinya.

Isteri yang selalu diajak bruk brak (terus terang/terbuka) oleh suami, bila ada kesulitan isteri akan berkata: “Jual saja gelang kanda, kalung cincin atau apa lagi.”

Tetapi sebaliknya suami yang salingkuh (red: sunda) bila ada kesulitan mendadak, isteri akan berkata: “rasain biar dia tahu, kajeun teuing, kumaha dinya, puas bonganna”, dan macam-macam lagi diucapkan oleh isteri kepada suami.

KetujuhSuami yang punya idealism, punya wawasan dalam hidupnya, tidak sekedar asal hidup, terserah bagaimana jadinya.

Idealism bagi keluarga, bagi lingkungan sekitarnya serta bagi hari kemudian.

Kedelapan: Adalah syarat mutlak bagi suami, ialah suami ideal sekali bila suami dapat menghamparkan sehelai sejadah di kamar tidurnya dan senantiasa disiplin menyembah Allah pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Sebab bagaimana pun sekurang-kurangnya seseorang, orang yang ibadah tidak akan lebih kurang dari segala yang kurang di dunia ini.

Demikianlah suami yang ideal. :)

Sebaliknya isteri yang ideal itu adalah isteri yang mempunyai delapan sifat yang utama juga:     ;)

Pertama : Isteri yang pandai menjaga harga dirinya, karena harga dirinya adalah harga suaminya dan sebaliknya.

Kedua : Pandai menjaga harta benda suaminya, walaupun hanya sebuah pulpen yang sudah rusak, tetap dijaga dan diriksa.

Ketiga : Sayang pada ayah bunda mertuanya

Keempat : Baik dengan tetangganya

Kelima : Tidak mengerjakan sesuatu yang membuat pusing hati suami

Keenam : Tidak sembunyi-sembunyi dari suami

Ketujuh : Punya wawasan hari depan

Kedelapan : Mampu menghamparkan sajadah yang kedua di belakang sajadah suaminya.

Bangun tengah malam, sembahyang bersama. Suami menjadi Imam dan isteri menjadi makmum. Terasa nikmat daripada naik Mercedes walau milik sendiri.

….

(Khutbah Nikah –part 1– dlm buku Rumahku Sorgaku oleh DR. K.H. E.Z. MUTTAQIEN, Kampus Unisba 12 November 1983)

Thx my bestgirl…. *smooch*

yes, we’re diamonds…

Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond

Find light in the beautiful sea
I choose to be happy
You and I, you and I
We’re like diamonds in the sky

You’re a shooting star I see
A vision of ecstasy
When you hold me, I’m alive
We’re like diamonds in the sky

I knew that we’d become one right away
Oh, right away
At first sight I felt the energy of sun rays
I saw the life inside your eyes

So shine bright tonight, you and I
We’re beautiful like diamonds in the sky
Eye to eye, so alive
We’re beautiful like diamonds in the sky

Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
We’re beautiful like diamonds in the sky

Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
We’re beautiful like diamonds in the sky

Palms rise to the universe
As we moonshine and molly
Feel the warmth, we’ll never die
We’re like diamonds in the sky

You’re a shooting star I see
A vision of ecstasy
When you hold me, I’m alive
We’re like diamonds in the sky

At first sight I felt the energy of sun rays
I saw the life inside your eyes

So shine bright tonight, you and I
We’re beautiful like diamonds in the sky
Eye to eye, so alive
We’re beautiful like diamonds in the sky

Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
We’re beautiful like diamonds in the sky

Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
We’re beautiful like diamonds in the sky

Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond

So shine bright tonight, you and I
We’re beautiful like diamonds in the sky
Eye to eye, so alive
We’re beautiful like diamonds in the sky

Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
Oh, yeah
Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond
Shine bright like a diamond

Back from cave!!

Morning new year!!! *telat banget yeee… 😀

Baru bangkit dari hibernasi itu ternyata membuyarkan cerita-cerita yang udah siap publish *sok2an banyak cerita…LOL 😀

Alhamdulillah, bulan ini…hampir 3 minggu merasakan kasih sayang-Nya melalui banyak hal, termasuk bedrest..  Diawali dari kesalahan diri sendiri yang pasti, mengganggap kalau tubuh ini sehatnya..kuatnya, unlimited. Bersyukur dikasih sakit, itu pertanda kita masih manusia..yang serba punya keterbatasan.. Dan selama 3 minggu itu pun kenyang ‘dikuliahin’ kanan kiri, jangan ini lah jangan itu lah, harus ini lah harus itu lah… dan itu yang menguatkan, selalu .. 🙂

Tapi ternyata kelamaan libur itu meningkatkan kadar kemanjaan yah (skitar 87%)..haaahhha! 😀  Nah, udah ga dirumah gini berasanya….ga ada yang manja2in lagi… hahaaa *telfon mama&dokter jaga*   Ga deng, biasa aja ko…sdh kembali macho sperti biasa (insya Allah) 😀

Alhamdulillah wa syukurillah…. banyak hikmah, banyak belajar, banyak doa dari orang-orang tersayang…

xoxo,

-Reg-

– knowing something –

Saat kita tau sesuatu yang sebenarnya ga perlu kita tau, pilihannya cuma 2… makan ati or stay happy ?? and i prefer the second one… Rugi banget ya bo kalo ampe makan ati, kepikiran iya, bikin cantik ga..hahaaa!! Ya udah siih, yang penting tetep bisa me-manage hati buat tetep happy .  ‘Coz be beauty is be happy 🙂

 

xoxo,

Reg

Premarital Check Up

Tes Kesehatan Yang Penting Dilakukan Sebelum Menikah 

Menikah merupakan tahapan yang penting bagi setiap pasangan yang sudah menemukan belahan jiwa.  Setelah cukup lama saling mengenal satu sama lain, berbagi cerita dan berusaha menyatukan ide-ide.  Hubungan akhirnya mencapai titik tertinggi.  Tentulah persiapan yang matang untuk menjadikannya sebagai saat-saat yang paling indah adalah layak untuk dilakukan.  Waktu, tenaga dan dana yang besar diberikan untuk melakukan persiapan pernikahan.  Kesibukan menjelang pernikahan tidak hanya dirasakan oleh pasangan yang akan menikah namun pihak keluarga juga dibuat pusing olehnya.

Namun seringkali ada yang luput dari list persiapan pra nikah. Selain persiapan pesta pernikahan, sudah sewajarnya pasangan mempersiapkan diri untuk menghadapi bahtera rumah tangga yang akan dijalaninya.  Pernikahan tidak semudah apa yang diceritakan oleh cerita-cerita dongeng putri ketika masih kecil.  Putri yang cantik dan baik hati yang bertemu dengan pangeran yang tampan  akhirnya menikah dan bahagia selama hidupnya (“happily ever after”).

Jika dalam istilah menikah itu harus dipersiapkan lahir batin, yang juga harus diperhatikan dan dimasukkan ke dalam list pra-nikah adalah persiapan kesehatan pasangan.  Tidak hanya sehat secara fisik yang harus diperhatikan namun juga sehat menurut definisi yang luas.  Berdasarkan definisi sehat menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh dan tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan.  Jadi kesehatan pasangan pra nikah penting sekali untuk mendukung tercapainya pernikahan yang langgeng sampai hari tua.  Pernikahan yang bisa saling mengisi dan beradaptasi, bisa mengatasi masalah yang dihadapinya dengan bijaksana dan dewasa.

Idealnya tes kesehatan pra nikah dilakukan enam bulan sebelum dilakukan pernikahan.  Tes kesehatan pra nikah dapat dilakukan kapanpun selama pernikahan belum berlangsung.  Jika pada saat pengecekan ternyata ditemui ada masalah maka pengobatan dapat dilakukan setelah menikah. Berikut ini adalah hal-hal penting terkait tes kesehatan bagi pasangan yang akan menikah:

1. Infeksi Saluran Reproduksi/Infeksi Menular Seksual (ISR/IMS)

Tes kesehatan untuk menghindari adanya penularan penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual, seperti sifilis, gonorrhea, Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan penyakit hepatitis. Perempuan sebenarnya lebih rentan terkena penyakit kelamin daripada pria. Karena alat kelamin perempuan berbentuk V yang seakan “menampung” virus. Sedangkan alat kelamin pria tidak bersifat “menampung” dan bisa langsung dibersihkan. Jika salah satu pasangan menderita ISR/IMS, sebelum menikah harus diobati dulu sampai sembuh. Selain itu, jika misalnya seorang pria mengidap hepatitis B dan akan menikah, calon istrinya harus dibuat memiliki kekebalan terhadap penyakit hepatitis B tersebut. Caranya, dengan imunisasi hepatitis B. Jika sang pasangan belum sembuh dari penyakit kelamin dan akan tetap menikah, meskipun tidak menjamin 100 persen namun penggunaan kondom sangat dianjurkan.

2. Rhesus yang bersilangan

Kebanyakan bangsa Asia memiliki Rhesus positif, sedangkan bangsa Eropa rata-rata negatif.Terkadang, pasangan suami-isteri tidak tahu Rhesus darah pasangan masing-masing. Padahal, jika Rhesusnya bersilangan, bisa mempengaruhi kualitas keturunan.  Jika seorang perempuan (Reshus negatif) menikah dengan laki-laki (Rhesus positif), bayi pertamanya memiliki kemungkinan untuk ber-Rhesus negatif atau positif. Jika bayi mempunyai Rhesus negatif, tidak ada masalah. Tetapi, jika ia ber-Rhesus positif, masalah mungkin timbul pada kehamilan berikutnya. Bila ternyata kehamilan yang kedua merupakan janin yang ber-Rhesus positif, kehamilan ini berbahaya. Karena antibodi antirhesus dari ibu dapat memasuki sel darah merah janin. Sebaliknya, tidak masalah jika si perempuan ber-Rhesus positif dan si pria negatif.

3. Penyakit keturunan

Tes kesehatan pra nikah bisa mendeteksi kemungkinan penyakit yang bisa diturunkan secara genetik kepada anak, semisal albino. Misalnya suami membawa sifat albino tetapi istrinya tidak, maka anak yang lahir tidak jadi albino. Sebaliknya, jika istrinya juga membawa sifat albino, maka anaknya pasti albino.Jika bertemu dengan pasangan yang sama-sama membawa sifat ini, pernikahan tidak harus dihentikan. Hanya saja perlu disepakati ingin punya anak atau tidak. Kalau masih ingin punya anak, ya risikonya nanti si anak jadi albino. Atau memilih tidak punya anak. Pernikahan tidak harus tertunda dengan halangan seperti ini. Yang penting adalah solusi atau pencegahannya.

4. Cek Kesuburan (Fertilitas)

Jika pasangan ingin segera punya anak, perlu menjalani konseling pra nikah. Dalam hal ini dilakukan pemeriksaan dengan tujuan agar kehamilan bisa dipersiapkan dan dijalankan dengan baik. Dibutuhkan riwayat kesehatan dan kondisi sosialnya. Antara lain status ekonomi (bekerja atau tidak bekerja) dan suasana di lingkungan keluarga. Termasuk perilaku-perilaku yang tidak mendukung kehamilan, semisal merokok, minuman beralkohol, dan memakai obat-obatan psikotoprika.Selain itu, perlu juga dievaluasi risiko yang bersifat individual yang mungkin timbul terhadap kehamilan. Antara lain usia (masih reproduktif atau tidak), kondisi nutrisi, aktivitas fisik, level pendidikan, level stres, dan bagaimana hubungan dengan pasangan.

Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui organ reproduksi juga diperlukan. Antara lain, pap smear (jika seorang perempuan aktif secara seksual), rahim, dan status kekebalan terhadap penyakit (rubella, toksoplasma). Ada juga pemeriksaan sel telur jik sebelumnya pasangan yang bersangkutan dianggap infertil (sulit punya anak). Penyebab ketidaksuburan 45 persen disebabkan oleh pria dan 55 persen oleh wanita. Pemeriksaan dengan USG (Ultra Sonografi) bisa melihat apakah seorang perempuan menderita kista, mioma, tumor, atau keputihan. Jika ada kelainan atau infeksi harus dibersihkan dulu karena bisa menganggu proses kehamilan.

(Oleh: Raihana Alkaff – http://www.kesrepro.info/?q=node/411)

Rangkaian test di atas hanyalah salah satu ikhtiar kita sebagai manusia untuk ‘membenahi’ diri dan keturunan kita kelak melalui jalan medis.  Meskipun demikian,  niat yang tulus dan tekat yang bulat untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah tetaplah menjadi tujuan utama pernikahan.  Tetapi ga ada salahnya kan? apapun hasilnya, jangan sampai mempengaruhi rasa sayang kita terhadap pasangan kita masing-masing 🙂  Dari artikel di atas sekilas terlihat bahwa yang lebih rentan adalah wanita, namun sang pria pun tidak kalah penting untuk melakukan test tersebut… Serangkaian pemeriksaan kesehatan tersebut harus ada kesepakatan berdua dari pasangan. Sebab jika tidak ada kesepakatan, mungkin tidak akan terjadi sebuah pernikahan.  Kini tinggal bagaimana kesadaran dan kemauan calon mempelai berdua, demi masa depan yang lebih baik… Better together, isn’t it?? 😉